MANADO,UpdateSulut — Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Sulut Louis Carl Schramm melaksanakan kegiatan masa reses III bersama warga masyarakat yang dipusatkan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) sulut. Senin (1/12/25).
Mengawali kegiatan reses, Louis Schramm terlebih dahulu mengunjungi satu persatu ruangan yang ada di Bapelkes.
Dalam kunjungan tersebut, politisi Gerindra yang didampingi Kepala Bapelkes dr Samuel Tanos dan KTU Olce Umboh ini menemukan toilet dan kamar peserta yang sudah sangat memprihatinkan.
“Bayangkan saja, ada toilet dan kamar peserta yang meskipun musim kemarau air tetap meluber ke lantai. Bahkan ada toilet yang sudah tidak terurus lagi,” kata Schramm sembari menunjukan kamar dan toilet yang dimaksud.
Dalam pelaksanaan reses tersebut, Schramm menyampaikan bahwa Bapeleks saat ini sangat memprihatinkan yang seharusnya bapeleks itu melahirkan tenaga tenaga kesehatan yang handal akan tetapi dengan keadaan seperti ini untuk menghasilkan tenaga kesehatan jadinya sangat tisak realitis.
“Kedua, sangat disayangkan aset yang begitu baik dan artistik peninggalan jaman dahulu, kalau dilestarikan ini bisa menyumbangkan PAD. Disini ada 40 kamar bahkan bisa lebih dikembangkan kalau kita lihat dari luas tanah yang ada,” jelas.
Lanjut Schramm, dirinya yakin jika semua tenaga kesehatan di kabupaten/kota membuat kegiatan di bapelkes, dan harus wajib membuat kegiatan di sini karena di kab/kota tidak ada fasilitas kesehatan seperti disini, pasti PAD akan bertambah.
“Tapi kalau dengan kondisi seperti ini kepala bapelkes beserta jajaran kasihan juga. Bayangkan kamar saja musim panas Keluar air. Makanya saya mau pelihara ikan mas disini,” ujar Schramm.
Disisi lain, meski kondisi memprihatikan dikatakan Bagian KTU Olce Umboh, bapelkes masih bisa menerima para nakes dimana frekuensinya sekitar 50 persen kamar yang terisi, itupun sudah dipaksanakan
“Jadi kalau kita menerima pelatihan selalu harus ada quotenya. Takutnya sebelum mereka spill kamarnya para peserta sudah mengetahui betul kondisi kamarnya. Jadi kami sudah sampaikan, ketika ada para peserta wajib memberitahukan kondisi lingkungan di Bapelkes. Tetapi yang kami jual adalah Sumberdaya yang luar biasa dan juga makanan kami dimana bisa bersaing dengan hotel,” tandas olce Umboh.












