DEPROV,UpdateSulut — DPRD Sulut menindak lanjuti aspirasi petani Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow yang disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas komisi digelar Selasa (9/1/24) baru – baru ini.
Hal ini terlihat dalam pertemuan dengan kelompok tani GP3A, pengamat dan juru air di Kantor Pengamat Kementerian PUPR di Doloduo Kabupaten Bolaang Mongondow Jumat (13/1/24) siang.
Pertemuan dipimpin langsung ketua komisi III Berty Kapojos disampingi anggota komisi III Amir Liputo, anggota komisi II Julius Jems Tuuk, Satker TPOP Dinas PUPR Sulut Hendrik Rondonuwu mewakili Kepala Dinas Deacy Paat.
Dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 100 orang perwakilan organisasi petani P3A, GP3A serta petugas juru air tersebut, Ketua Komisi III Berty Kapojos mengapresiasi antusiasme masyarakat yang menyampaikan secara terbuka persoalan yang dihadapi terutama pembangunan dan perbaikan irigasi Kosinggolan dan Toraut.
Ada sejumlah poin utama yang mencuat dalam pertemuan tersebut diantaranya terkait kejelasan nasib para tenaga Penjaga Pintu Air irigasi Kosinggolan dan Toraut serta terhambatnya pelayanan air akibat lambatnya pekerjaan rehabilitasi irigasi yang mengancam jadwal tanam petani setempat.
Dulu sebelum perbaikan, pernah disampaikan Kasatker TPOP kami sudah bisa lakukan penanganan sedimen, tetapi karena adanya program rehab saluran irigasi yang dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai menyebakan jadwal tanam menjadi kacau karena saluran irigasi dipenuhi sedimen gulma eceng gondok yang tidak tertangani, bagaimana mungkin kami melayani musim tanam tahun ini dengan kondisi jaring seperti seperti itu, “ungkap Alfon Aleng ketua GP3A Daerah Irigasi Kosinggolan yang menyayangkan ketidak hadiran PPK Irigasi.
Menanggapi hal tersebut Ketua komisi III Berty Kapojos mengatakan apa yang disampaikan petani khususnya ketersediaan infrastruktur yang baik menjadi atensi
DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan yang akan ditindak lanjuti melalui instansi terkait.
“Ada banyak hal yang kami dapatkan disini untuk segera ditindak lanjuti ke Balai Sungai sekaligus nantinya menghadirkan langsung Kepala Balai di lokasi irigasi bersama – sama dengan kami untuk melihat kondisi yang ada di lapangan terutama pekerjaan rehabilitasi serta fasilitas seperti kondisi beberapa pintu air butuh perbaikan yang menghambat program jadwal tanam petani.” jelas Kapojos
” Kami perlu mendapat masukan, mendengar apalagi produksi pertanian di Bolaan khususnya di wilayah irigasi ini menurun dalam beberapa musim tanam, ” ujarnya.
Selain itu lanjut Kapojos terkait aspirasi para petugas pintu air yang mempertanyakan status mereka sebagai pegawai, DPRD berupaya mempercepat aspirasi tersebut untuk ditindak lanjuti di Kementerian terkait.
” Kalaupun aspirasi ini mendapatkan respon cepat dari Kementerian, itu menjadi kebanggaan bagi kami sebagai wakil rakyat di DPRD Sulut,” tandasnya.
Hal senada dikatakan anggota komisi II Julius Jems Tuuk yang ikut menegaskan dirinya bersama lintas komisi DPRD Sulut akan mengawal langsung ke pemerintah pusat melalui Kementerian terkait.
“Bukan cuma petugas pintu air, tetapi semua staf yang bertugas di kantor pengamat irigasi Kosinggolan dan Toraut kami minta di data dan diserahkan pada kami, karena kami mengagendakan ke Jakarta sebelum tanggal 15 Januari ini. ” tandas Tuuk.
” Apalagi produksi beras kita turun 48.600 ton pertahun, nah salah satu peran penting disini petugas pintu air yang setiap hari menjaga distribusi air untuk disalurkan ke lahan pertanian. ” kata Tuuk
Disisi lain anggota komisi III Amir Liputo mengungkapkan profesi petugas pintu air memiliki peran penting dalam peningkatan produksi pertanian sehingga status mereka perlu mendapat perhatian khusus Pemerintah,.
“Tugas kami mendengarkan aspirasi dengan satu tujuan terutama masyarakat petani Dumoga yang kemarin datang menyampaikan aspirasi. Apalagi para petugas pintu air, kasihan mereka sudah mengabdi puluhan tahun untuk negara dalam menunjang ketahanan pangan kita. Kita akan usulkan formasi khusus lewat pak Gubernur agar mereka bisa diakomodir dalam formasi P3K agar masa depan mereka juga terjamin.” kunci Liputo.












