Dihadri Gubernur dan Wagub, DPRD Sulut Gelar Paripurna Istimewa Dalam Rangka Mendengarkan Pidato Kenegaraan Dan Pengantar Nota Keuangan Presiden RI Joko Widodo

Foto : Suasana rapat paripurna yang berlangsung kemarin di gedung DPRD Sulut
Paripurna yang berlangsung kemarin di gedung DPRD Sulut

DEPROV,UpdateSulut — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (16/8/22) kemarin melaksanakan rapat paripurna istimewa dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-77 Republik Indonesia dan pengantar nota keuangan Presiden RI Joko Widodo, di Gedung Parlemen, Jakarta.

Foto : Ketua DPRD Sulut Fransiskus A. Silangen saat memimpin rapat paripurna istimewa
Foto : Ketua DPRD Sulut Fransiskus A. Silangen saat memimpin rapat paripurna istimewa

Rapat paripurna istimewa yang dilaksanakan di Ruang Paripurna DPRD Sulut tersebut dipimpin Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen Wakil Ketua James Kojongian dan Billy Lombok serta dihadiri Gubernur dan wakil gubenrur Sulut Olly Dondokambey dan Steven OE Kandouw.

Foto : Ketua DPRD Sulut Fransiskus A. Silangen didampingi Gubernur dan wakil gubernur Sulut saat memimpin rapat paripurna istimewa
Foto : Ketua DPRD Sulut Fransiskus A. Silangen didampingi Gubernur dan wakil gubernur Sulut saat memimpin rapat paripurna istimewa

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Presiden Jokowi melanjutkan tradisi penggunaan busana khas daerah dalam pidatonya. Kali ini, Kepala Negara mengenakan busana adat dari Provinsi Bangka Belitung.

Foto : Presiden Jokowi saat membawwakan pidato kenegaraan pada rapat paripurna DPR RI, MPR RI dan DPD RI
Foto : Presiden Jokowi saat membawwakan pidato kenegaraan pada rapat paripurna DPR RI, MPR RI dan DPD RI

Dalam pidato kenegaraannya Presiden Jokowi mengatakan bahwa tantangan yang kita hadapi sangat berat. Sangat sulit. Tidak mudah. Semua negara di seluruh dunia sedang menghadapi ujian yang sama. Krisis kesehatan pandemi Covid-19 belum sepenuhnya pulih. Perekonomian dunia juga belum sepenuhnya bangkit. Tiba-tiba meletus perang di Ukraina, sehingga krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan tidak terhindarkan lagi.

Foto : Suasana Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sulut
Foto : Suasana Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sulut

“Kita tahu 107 negara terdampak krisis, dan sebagian di antaranya diperkirakan akan jatuh bangkrut. Diperkirakan 553 juta jiwa terancam kemiskinan ekstrem, dan 345 juta jiwa terancam kekurangan pangan dan kelaparan,’ kata Presiden Jokowi.

Foto : Unsur Forkopimda yang hadir
Foto : Unsur Forkopimda yang hadir

Sementara dalam pidato penyampaian nota keuangan RAPBN 2023 Presiden menekankan soal sektor keuangan akan menjadi modal yang kuat dalam rangka akselerasi pengumuman ekonomi nasional.

“Pemerintah melakukan penguatan stabilitas sistem keuangan inflasi akan tetap dijaga pada kisaran 3,3%,” katanya.
Selain itu, kebijakan APBN akan tetap diarahkan untuk menggantisipasi tekanan inflasi dari eksternal terutama inflasi energi dan pangan.

Foto : Sesi foto bersama dengan unsur Forkopimda
Foto : Sesi foto bersama dengan unsur Forkopimda

Lanjutnya, asumsi inflasi pada level ini juga menggambarkan keberlanjutan pemulihan sisi permintaan terutama akibat perbaikan daya beli masyarakat rata-rata.

Sedangkan nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di sekitar 14.750. Negara 10 tahun diprediksi adalah 5 persen selanjutnya harga minyak mentah ITP diperkirakan akan berkisar pada 90 US Dollar. “Di sisi lain dan gas bumi diperkirakan masing-masing mencapai 660.000 per barel per hari dan 1,05 juta setara minyak per hari,” jelas Jokowi.

Foto : Forkopimda lakukan foto bersama usai rapat paripurna
Foto : Forkopimda lakukan foto bersama usai rapat paripurna

Dikatakannya, pemerintah terus melakukan pencapai beberapa langkah ke depan dalam pencapaian inovasi teknologi di banyak bidang.

Menghadapi Ini semua tidak ada pilihan lain bagi kita untuk tidak investasi besar-besaran pada sumber daya manusia teknologi engineering dan matematika. Untuk mengantisipasi kebutuhan dan distruksi pasar tenaga kerja di tengah perkembangan teknologi namun pondasi pendidikan dasar anak-anak kita terkait budi pekerti gotong royong berbudi luhur haruslah tetap menjadi ruh dan identitas jiwa.

Foto : Suasana rapat paripurna istimewa
Foto : Suasana rapat paripurna istimewa

“Sebagai bangsa terbesar ke empat di dunia maka Indonesia menjadi sasaran yang sangat potensial. Tentu kita tidak ingin hanya menjadi sasaran pasar dari produk luar, kita perlu memperkuat upaya dan kebijakan yang dapat meningkatkan kemampuan industri nasional dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri,” ungkap Presiden Jokowi.

Foto : Konferensi Pers seusai pelaksanaan rapat paripurna istimewa
Foto : Konferensi Pers seusai pelaksanaan rapat paripurna istimewa

Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Sulut, Forkopimda, pejabat eselon II, III dan, IV Setdaprov Sulut, serta beberapa tamu undangan lainnya. (advdprdsulut)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *