MANADO,UpdateSulut — Mengantisipasi dampak cuaca ekstrim yang melanda provinsi Sulut akhir-akhir ini, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) Hendro Satrio mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan Tim Reaksi Cepat (TRC) di tujuh posko siaga bencana.
Hal ini disampaikan Kabalai Hendro Satrio saat diwawancarai oleh wartawan, Senin (9/1/23) siang, di ruang kerjanya.
“Jadi tujuh posko itu ada di titik pertama, kantor balai, ada di Tomohon, di Kotamobagu, Tutuyan, Bintauna, kemudian Sangihe dan Talaud,” ungkap Hendro Satrio.
Lanjut Kabalai Hendro, di tujuh posko siaga bencana tersebut pihaknya juga telah menyiagakan beberapa jenis alat berat
“Jadi kami ada 22 alat berat yang kami sebar di tujuh posko tersebut, tujuh alat berat itu jenisnya ada excavator, wayloader, ada motor grader, dum truck, dan ada truck crane jadi alat itu disiagakan di tujuh titik posko tersebut,” sambungnya.
Dikatakan Hendro, pihaknya juga menargetkan waktu tiba alat beratnya di lokasi kejadian.
“Kami memang menargetkanya, jadi 6 jam setelah bencana alat kami sudah harus berada di lokasi. Jadi kemarin waktu kita pernah ada longsoran di jalur Manado-Tomohon sekitar jam 15.00 wita, kami alhamdulilah jam 16.00 wita alat kami sudah ada di lokasi. Juga waktu ada longsoran di Senduk Tanawangko, sama beberapa jam saja alat kami sudah ada di lokasi,” kata Hendro sembari menambahkan, jika antrian kendaraan sudah panjang pihaknya meminta bantuan foreder untuk mengawal alat beratnya agar tiba di lokasi kejadian secepatnya.


















