LKPJ Gubernur Tahun Anggaran 2023 Mulai Dibahas. Pokja Dua Seriusi Beberapa Catatan Penting

235DEPROV,UpdateSulut — DPRD Sulut mulai melakukan pembahasan LPKJ Gubernur Tahun Anggaran 2023 usai disampaikan Gubernur Olly Dondokambey dalam rapat paripurna beberapa waktu lalu.

DPRD Sulut pun mulai menguliti satu persatu mitra kerja SKPD pemprov sulut dengan membentuk kelompok kerja (Pokja) yang dibagi dalam empat Pokja sejak Selasa (16/4/2024) lalu.

Dihari pertama pembahasan, Pokja Dua yang terdiri Nick Lomban, Vonny Paat, Amir Liputo ini melakukan pembahasan dengan beberapa mitra kerja SKPD, diantaranya Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dispenda Provinsi Sulut serta PT BanksulutGo.

Dikatakan Amir Liputo, pembahasan LKPJ yang dinilai adalah Laporan Kinerja Pemerintah (Lakip), berdasarkan laporan tersebut maka pokja banyak menyoroti soal capaian kinerja serta target program di tahun 2023.

“Dari hasil pembahsan rata-rata semua tahun 2023 kita tahu kita baru keluar dari covid yang cukup mengganggu, namun dari hasil evaluasi yang kami lakukan hampir semua dinas mencapai capaia target yang ada, walaupun tidak capai 100 persen namun angka komulatif mereka mencapai capaian yang telah ditentukan sesuai target APBD tahun 2023,” jelas Liputo.

Liputo juga mengungkapkan, dari hasil pembahasan perhitungan anggaran ada beberapa catatan yang pokja akan perdalam lagi, contohnya soal sisa anggaran yang hampir semua dinas soal gaji pegawai dan tunjangan yang masih banyak.

“Diusahakan sisa hasil lebih apakah ini karena persoalan insentif yang tidak terbayarkan karena tidak tercapai seusai ketentuan atau kedisiplinan dan sebgainya karena, salah satu hasil yang kami dapat adalah masih banyaknya silva kusus belanja pegawai itu karena penerapan disiplin juga pegawai seperti tunjangan kinerja itu dibayar berdasarkan hasil kinerja,” ungkapnya.

“Kemudian sisa hasil tander yang cukup lumayan dan juga ada pekerjaan-perkerjaan yang belum selesai dan sudah ditindaklajutidan menghasilkan tentu menyisakan anggran dan itu akan kita rekomendasikan pada LKPJ untuk meneruskan program program yang belum mencapai 100 persen,” tambah liputo sembari menambahkan secara umum hapir smua SKPD komisi II kami menilai cukup baik dan telah mencapai target yang sesuai walaupun nemang belum sampai 100 persen.

Usai melakkan pembahasan bersama mitra kerja SKPD, Pokja Dua yang digawangi Amir Liputo dan Vonny Paat pun melakukan kunjungan ke PT Bank SulutGo, Senin (22/4/2024).

Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan komparasi terkait sejauh mana capaian kinerja jajaran Direksi baik untuk peningkatan kwalitas PT Bank SulutGo terhadap pelayanan kepada nasabah. Namun juga sumbangsi PT Bank SulutGo terhadap kemajuan pembangunan di Provinsi Sulawesi Utara.

Amir Liputo didampingi Vonny Paat menyatakan jika Kinerja BSG baik laba maupun Deviden mengalami peningkatan.

“Deviden PT Bank SulutGo terhadap pemerintah Sulut sebagai pemegang saham utama diposisi yang cukup besar dan setiap tahun mengalami kenaikan yang cukup bagus,” ungkap Liputo didampingi Vonny Paat.

Liputo juga menjelaskan, dari hasil evaluasi, Deviden PT Bank SulutGo kepada Pemerintah Sulut dari Rp 71, 800 Miliar menjadi Rp.71, 9 Miliar mengalami kenaikan.

Sedangkan mengenai penilaian dari OJK terhadap keberadaan PT Bank SulutGo sebagai lembaga penyelenggara keuangan daerah mendapatkan nilai 2 atas resiko.

Meski ada penjelaskan dari pihak Bank SulutGo, Liputo mengakui akan mengundang kembali jajaran Direksi saat pleno pansus untuk mendengarkan penjelasan secara lengkap dari Dirut yang tidak hadir karena tertahan diluar daerah akibat bandara yang ditutup. (advedprdsulut)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *