MANADO,UpdateSulut — Dalam produksi kelapa, pengusaha menghadapi beberapa masalah seperti fluktuasi harga, masalah ketersediaan bahan baku, hingga persaingan pasar. Faktor faktor ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi pengusaha kelapa di Sulut.
Hal tersebut disampaikan Direktur PT Royal Coconut Ir. Lucky Kiolol saat menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Focus Group Discossion (FGD), Jumat (25/07/2025) kemarin.
Kiolol menjelaskan masalah dalam Produksi Kelapa dari sisi pengusaha adalah fluktuasi harga dimana harga kelapa seringkali tidak stabil, dipengaruhi oleh permintaan pasar dan faktor cuaca.
“Hal ini menyulitkan pengusaha dalam merencanakan produksi dan keuangan. Selain itu pasokan bahan baku bisa menjadi masalah, terutama saat musim tertentu atau karena faktor distribusi yang kurang lancar. Serta persaingan pasar dimana pengusaha kelapa lokal harus bersaing dengan produk kelapa dari negara lain, baik di pasar domestik maupun ekspor,” jelas Kiolol.
Selain itu kata dia, teknologi juga menjadi masalah tersendiri karena kaitanya dengan biaya produksi, termasuk tenaga kerja dan bahan baku, bisa menjadi tantangan bagi pengusaha, terutama jika harga jual kelapa tidak sebanding.
Kiolol juga berharap ada satu regulasi yang bisa melindungi para pengusaha pengusaha domestik terutama dalam melakukan intervansi stabilitas harga, peningkatan kualitas dan kuantitas produksi, serta dukungan pemerintah dalam pengembangan industri kelapa.












