DEPROV,UpdateSulut — Reses merupakan momentum untuk mendengar, memahami, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Bagi saya, kehadiran di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan amanah sebagai Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, tetapi juga membangun kedekatan, mempererat silaturahmi, serta memastikan setiap suara rakyat menjadi bagian dari perjuangan di lembaga legislatif.
Hal ini disampaikan Srikandi DPRD Sulut Angelia R. Wenas saat melaksanakan kegiatan masa reses II tahun 2026 di daerah pemilihannya yakni Bolaang Mongondow Raya.
Politisi demokrat ini melaksanakan kewajibannya selaku anggota DPRD provinsi di beberapa titip seperti diantaranya masyarakat Banjar Buana Kerta, Desa Mopugad, Kabupaten Bolaang Mongondow.
“Nama Banjar Buana Kerta memiliki makna yang luhur. Dalam filosofi Hindu, “Banjar” artinya Balai, ”Buana” berarti dunia atau alam kehidupan, sedangkan ”Kerta” bermakna sejahtera, harmonis, dan penuh kemakmuran. Nilai ini menjadi semangat untuk terus menjaga persaudaraan, kebersamaan, dan kehidupan yang damai,” kata Wenas.
Dalam reses tersebut, politisi yang duduk di komisi II ini menyerap berbagai aspirasi masyarakat seperti sektor pertanian berupa bibit tanaman, peternakan berkaitan dengan bibit hewan dan cara penanganan virus pada hewan, serta fasilitas umum seperti perbaikan jembatan dan balai.

Hal ini tentunya patut dicontohi oleh para wakil rakyat lainnya karena meskit di tengah keterbatasan anggaran pemerintah, kepedulian tidak boleh berhenti.
“Saya percaya bahwa pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan, tetapi juga melalui ketulusan untuk hadir, mendengar, dan berbagi sesuai kemampuan demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tukasnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan kepercayaan yang diberikan oleh warga disetiap dirinya turun reses. Semoga setiap aspirasi yang disampaikan dapat terus diperjuangkan, dan setiap bantuan yang diberikan membawa manfaat, mempererat persaudaraan, serta menjadi berkat bagi masyarakat.
“Pengabdian yang tulus bukan diukur dari seberapa besar yang diberikan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan oleh sesama,”tandasnya.


















