MANADO,UpdateSulut –– Kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI terus mendapat serangan dari berbagai pihak mulai darimana disinformasi, Fitnah maupun Kebencian dan beredar luas ditengah masyarakat.
Dikutip dan dirangkum dari berbagai media nasional, ini sejumlah disinformasi dan penjelasan fakta sebenarnya.
Mulai dari pembagian sapi kurban yang menggunakan APBN dan diberi label pilox ‘prabowo’ dibadan Sapi. Faktanya, Sapi yang dibagikan adalah “Bantuan Kemasyarakatan Presiden Berupa Sapi”, sudah dianggarkan di APBN sejak era Presiden SBY, dan tidak ada yang diberikan pilox “Prabowo”.
Kemudian, terkait kunjungan Presiden Prabowo ke Paris 28 Mei 2026l alu, katanya dilakukan mendadak tanpa perencanaan. Padahal, Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Paris tanggal 28 Mei sudah diumumkan oleh Menteri Luar Negeri tanggal 22 April 2026, lebih dari satu bulan sebelum kegiatan.
Ada juga yang mempersoalkan biaya penginapan presiden dan perangkat di Perancis menghabiskan Rp 5,8 milyar.
Penjelasan soal ini itu ternyata Taksiran biaya tersebut berdasarkan published rate kamar hotel. Presiden beserta perangkat tidak membayar published rate. Tidak semua perangkat tinggal di hotel yang sama.
Selain itu, ada yang ‘menggoreng’ presiden Batal kunjungan kerja ke Italia, Austria dan Hungaria karena grasa grusu, tidak ada pejabat yang berkenan menerima. Faktanya,
Belum pernah ada dijadwalkan kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Italia, Austria dan Hungaria di tahun 2026 ini.
Selain itu, masalah nilai tukar rupiah terhadap dollar ASuang sudah hampir Rp 18.000, Presiden Prabowo dituding tidak paham apa yang harus dilakukan.
Penjelasan soal ini, Sudah 20 tahun terakhir, kurs Rupiah terhadap Dollar turun 2-7% setiap tahun. Hal ini karena setiap tahun terjadi net outflow of national wealth, mengalir keluarnya kekayaan Indonesia ke luar negeri.
Inilah yang sedang dikoreksi oleh Presiden Prabowo dengan aturan ekspor SDA satu pintu, aturan pemanfaatan devisa hasil ekspor (DHE), dan peningkatan investasi dalam negeri oleh Danantara.
Masalah IHSG jeblok juga dijadikan bahan untuk menyerang Prabowo dan dituding tidak paham apa yang harus dilakukan.
Faktanya, IHSG meraih _all time high_ di era Presiden Prabowo, naik ke level 9.100 dari saat pelantikan 7.700 (naik 18%). Namun kenaikan ini artifisial, sebagian besar karena saham gorengan, yang dimungkinkan oleh aturan transparasi kepemilikan saham di pasar modal Indonesia yang belum sesuai standar global.
Karena itu Presiden Prabowo mendorong reformasi pasar modal _in line_ dengan rekomendasi MSCI agar nilai saham perusahaan-perusahaan Indonesia di pasar modal Indonesia sesuai fundamentalnya.
Masalah Kebijakan pendidikan bahasa Presiden Prabowo grasa grusu, setelah wajibkan pelajaran bahasa Inggris dan Portugis, sekarang wajib bahasa Perancis. Gurunya pun tidak ada, jadi tidak mungkin dilaksanakan.
Intinya, Pendidikan bahasa tidak berarti semua harus mencapai tingkatan profisiensi yang sama, apalagi setara _native speaker_. Yang dimaksud Presiden Prabowo adalah pengenalan anak-anak kita untuk bahasa-bahasa dunia, agar terpicu semangat belajar sejarah dunia dan bahasa dunia lebih dalam.
Selain itu, Presiden Prabowo sangat mendorong pemanfaatan _interactive flat panel_ (IFP) yang sudah dibagikan ke semua sekolah, yang bisa digunakan untuk pelatihan berbagai bahasa asing secara interaktif dan efektif tanpa harus ada kehadiran fisik guru di sekolah. Bisa dicek di IG dengan tagar #IFP, pemanfaatan IFP di sekolah saat ini oleh guru-guru di seluruh Indonesia.












