MANADO,UpdateSulut — Legislator DPRD Sulut yang juga merupakan anggota Panitia Khusus (Pansus) pembahas LKPJ Gubernur Tahun 2021 Boy Tumiwa mendorong Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sulut membuat gebrakan baru guna mengatasi kelangkaan pupuk subsidi.
Hal tersebut disampaikan poltisi PDI Perjuangan ini saat rapat pembahasan LKPJ Gubernur Sulut Tahun 2021, Selasa (13/4/22) kemarin, di ruang rapat paripurna DPRD Sulut.
Dalam pembahasan tersebut, masing- masing SKPD memaparkan capaian kinerjanya. Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut Novly Wowiling mengatakan capaian kinerja instansinya dihadapan pansus.
Usai pemaparan, Tumiwa mengaku sangat bangga dengan hasil yang dicapai. Namun sebagai wakil rakyat dia menyebut, kepuadan yang dicapai tidak hanya berhenti sampai disitu saja,
“Kita harus lebih maju lagi untuk membuat suatu gebrakan atau inovasi yang lebih maju khusunya disektor pertanian” kata Tumiwa.
Menurutnya, capaian harus diakui karena hasil dari komisi II yang melakukan pengawasan serta mengawal hasil kinerja dari mitra kerja. Salah satunya distanak.
Dia juga meminta agar distanak bisa membuat gebrakan baru guna membuka sentra sentra yang dapat dijadikan lokasi pembuatan pupuk organik.
“Saat ini sudah banyak petani yang mengeluh soal kelangkaan pupuk, contohnya di kabupaten minsel,” ujarnya.
Dia juga menyebutkan karena banyaknya permintaan warga petani di minsel, pupuk di 2021 lalu sulit di dapatkan.
“Solusi yang terbaik adalah bagaimana kita membuka sentra sentra untuk lokasi dalam pembuatan pupuk organik agar bisa membantu petabi dalam memberikan pupuk pada tanaman contoh, kelapa, padi, jagung,” tandasnya.(RaKa)


















