DEPROV,UpdateSulut — Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Louis Carl Schramm, SH.MH menyampaikan sejumlah catatan kritis terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Sulut Hal ini disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas komisi bersama Dinas Pendidikan (Diknas) Sulut yang digelar pada Senin,(22 /6/2026)
Di awal penyampaiannya, Schramm memberikan apresiasi kepada jajaran pejabat baru di lingkungan Diknas Sulut. Ia berharap penyegaran struktur ini mampu meningkatkan kinerja instansi lewat kolaborasi yang solid.
“Ucapan selamat kepada pejabat yang baru. Kiranya dapat bekerja sama dengan para senior yang sudah ada sehingga pelayanan di sektor pendidikan semakin baik,” ujar Schramm.
Meski memberikan apresiasi, legislator Sulut ini menilai pemaparan data SPMB yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Sulut Dr.Femmy Sulu belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan. Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya menampilkan sekolah-sekolah yang favorit atau kelebihan muatan, tetapi juga harus membuka data sekolah yang sepi peminat.
“Tadi Ibu Kadis menyampaikan ada enam sekolah yang pendaftarnya melebihi kuota. Seharusnya juga dipaparkan enam sekolah yang minim pendaftar, sehingga kita bisa melihat persoalan secara menyeluruh,” katanya secara kritis.
Sorotan utama Schramm dalam RDP tersebut tertuju pada regulasi jalur prestasi. Ia menilai jalur ini berpotensi membuka celah lebar bagi peserta didik dari luar daerah untuk mendominasi sekolah-sekolah unggulan di Sulawesi Utara, yang dikhawatirkan dapat menggeser posisi calon siswa lokal.
“Melalui jalur prestasi, siswa dari luar Sulut bisa masuk ke sekolah-sekolah di daerah ini. Ini menjadi indikator yang harus diperhatikan serius. Putra-putra daerah kita di Bumi Nyiur Melambai jangan sampai kehilangan kesempatan,” tegasnya.
Di samping itu, Schramm juga membeberkan data yang ia himpun dari sejumlah kepala SMA di Kota Manado terkait dinamika Rombongan Belajar (Rombel) tahun ini.












