Manado, UpdateSulut.com — Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menginstruksikan kader partai berlambang bintang mercy untuk menjadi kavaleri, kuda perang dan kuda hitam.
Menyambut itu, Wakil Ketua DPRD Sulut Fraksi Demokrat Billy Lombok menjelaskan, penyampaian AHY memiliki makna khusus.
“Menjadi Kavaleri yang artinya adalah pasukan berkuda yang melakukan manuver sekaligus tembakan yang menghasilkan daya kejut. Artinya, Ketum AHY menyerukan agar para anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat aktif turun langsung (manuver), dengan memberikan bantuan yang menyentuh kebutuhan rakyat (tembakan). Demokrat harus pro rakyat,” tegas Billy Lombok meneruskan pesan Wasekjen Partai Demokrat Jovan Latuconsina.
Selanjutnya terkait kuda perang, lanjut Lombok, kuda perang bukanlah kuda pacuan yang melaju terus di lintasannya, juga bukan kuda ketangkasan, yang melompat hanya mengikuti perintah tuannya.
“Kuda perang tahu kapan harus maju, berhenti dan mundur untuk maju kembali. Artinya, Ketum AHY mengingatkan kepada para Anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat untuk meningkatkan kapasitas dan integritasnya melalui Bimtek ini, agar punya inisiatif, kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan program-program Pro Rakyat,” ujar dia.
Adapun untuk istilah kuda hitam, ditambahkannya, menilik dari sejarahnya.
“Istilah Kuda Hitam muncul di Amerika pada abad ke-19. Ada seseorang menunggangi kuda berwarna hitam yang dianggap biasa-biasa saja, tetapi akhirnya kuda itu bisa berlari lebih cepat dari pesaingnya dan meraih kesuksesan. Artinya, Ketum AHY menyemangati para Anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat untuk jangan kecil hati, meskipun saat ini Demokrat di luar kekuasaan dan mungkin tidak diperhitungkan. Jika seluruh kader Partai Demokrat konsisten berjuang demi rakyat, InsyaAllah, meski tidak diperhitungkan pada awalnya, tetapi kesuksesan akan datang. Syaratnya, terus belajar meningkatkan kapasitas dan integritas, serta terus bekerja melayani dan membantu kesulitan rakyat. Itulah hakikatnya Kuda Hitam. Sejarah telah mencatat, Demokrat pernah menjadi Kuda Hitam di 2004. Meski awalnya dianggap biasa saja, akhirnya Demokrat bisa medulang kesuksesan sebagai Partai terbesar dan pemenang Pemilu pada 2009. Itu pula yang menjadi ikhtiar Demokrat,” lanjut Lombok seraya menyampaikan jika kata Kuda ini menarik jika dikaitkan dengan Ketum AHY.
Karena, sambung Lombok, Ketum AHY memiliki shio Kuda.
“Pada 3 Februari 2022, saat Ketum AHY memberikan pengarahan, tidak jauh dari hari perayaan Imlek, yang dirayakan pada tanggal 1 Februari 2022, maka ada nuansa itu. Secara kebetulan, Ketum AHY juga mantan Komandan Batalyon 203 Arya Kamuning, yang memiliki simbol kuda,” tutup Lombok. (Anggawirya)












