Dihadiri Menko PMK Muhadjir Effendy, Fabian Kaloh Jadi Panelis Seminar Kedaulatan Pendidikan

MANADO,UpdateSulut — Legislator Sulut Fabian Kaloh, Sabtu (19/8/23) siang, menghadiri kegiatan Seminar Kebangsaan tentang Kedaulatan Pendidikan, yang bertempat di Hotel Grand Kawanua, Kota Manado.

Dalam kegiatan tersebut, politisi PDIP ini mewaliki Ketua DPRD Sulut dr. Fransiscus Andi Silangen bersama Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof Dr Muhadjir Effendy, MAP, Senator Djafar Alkatiri, Ketua KAGAMA Manado Taufik Tumbelaka dan Ketua Baznas Sulut Abid Takalamingan.

Bertindak sebagai salah satu panelis, Fabian Kaloh menyoroti keberadaan sistem dan manajemen pendidikan saat ini, terutama soal anggaran yang secara nasional sebanyak 20% dari APBN atau 612,2 T masih kurang dalam mendanai berbagai kebutuhan pendidikan.

“Sulut bisa dijadikan contoh untuk Nasional yaitu untuk tahun 2024 sebanyak 30,2% atau sekitar 1,1 Triliun, toh itu masih kurang jika dibandingkan dengan banyaknya kebutuhan Pendidikan Dasar di Sulut,” kata Kaloh dihadapan para peserta.

Selain itu dikatakan Fabian Kaloh, soal kekurangan tenaga pendidik yang secara kwantitas maupun kwalitas perlu ditingkatkan.

“Ada juga soal gedung dan ruang belajar bagi murid-murid sekolah ditingkat SMP dan SMA, masalah zonasi yang menutup kesempatan anak-anak dikepulauan dan di daerah pinggiran untuk bersekolah di sekolah sekolah yang cukup tersedia fasilitas belajar mengajar, dan beberapa hal empirik yang ada di Sulut,” ujarnya.

Materi yang disuguhkan politisi dapil Minut-Bitung ini kemudian mendapat respons dari para peserta yang terdiri mahasiswa beberapa Perguruan Tinggi di Kota Manado dan Siswa SMA membuat dinamika Seminar Kebangsaan tentang Kedaulatan Pendidikan Nasional itu semakin hidup dan dinamis.

Sementara itu, dalam sambutan pembukaan seminar oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, mengingatkan para pemuda untuk paham sejarah di Sulut dan sejarah nasional.

“Pak Gub menceritakan bagimana peran tokoh tokoh Sulut disaat Kemerdekaan seperti Mr A.A. Maramis dan pahlawan kita di Sulut yang berjuang merebut kemerdekaan,” tandas Kaloh lewat pesan singkatnya kepada media ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *