Minut  

Diseret Ombak di Pantai Wanua Tulap, Seorang Frater Meninggal Dunia

MINAHASA,UpdateSulut – Nasib naas menimpa korban Marianus Mario Weleng (21) asal Frater MSC Biara Hati kudus Yesus Pineleng yang tenggelam Pantai Wanua Tulap, Desa Kombi, Kecamatan Minahasa, Selasa (11/4/23) lalu.

Informasi dirangkum, korban bersama dengan 25 orang lainnya mendatangi pantai Wanua Tulap untuk menggelar kegiatan pembubaran panitia paskah.

Saat berada di daerah itu, korban bersama dengan tiga orang teman lainnya menuju ke area yang disebut Kawis Lalumpe dengan maksud hendak mencari kerang laut.

Lokasi Kawis Lalumpe sendiri diketahui merupakan daerah terlarang dan telah dipasang tanda larangan, di mana pengunjung tak diperbolehkan berada di area tersebut karena beberapa kali terjadi insiden yang menyebabkan kematian.

Dan benar saja, saat sedang sibuk mencari kerang di area itu, tiba-tiba datang ombak tinggi dan dengan cepat menerjang korban serta menarik tubuhnya ke tengah laut. Korban kemudian tenggelam dan dinyatakan hilang sekitar pukul 13.00 Wita.

Tim SAR gabungan seperti, Basarnas, TNI, polisi, masyarakat dan teman teman korban ikut serta melaksanakan pencarian korban. Rabu pagi, 12 April 2023 pencarian di lanjutkan kembali dengan penyelaman, menggunakan alat aQua eye dan penyisiran di pinggiran pantai agar korban cepat di temukan, selama pencarian korban menggunakan alat aQua eye banyak tanda tanda yang terdeteksi di karenakan banyak nya tim yang terlibat.

Korban kemudian ditemukan pukul 11.40 sejauh 1 km dari pinggiran pantai dalam keadaan mengambang di tengah air, korban di temukan dalam keadaan meninggal dan di evakuasi, korban langsung di bawa ke RS Samratulangi Tondano untuk di penanganan lebih lanjut.

Koordinator lapangan Nuryadin menyampaikan bahwa rombongan sesampai di lokasi melaksanakan ibadah singkat setelah selesai korban bersama teman teman nya ini tidak mengetahui klo di situ di larangan untuk dilaksanakan aktifitas apapun.

“Kami sudah meminta kepada pihak terkait agar memberikan rambu rambu peringatan jangan sekali melaksanakan aktifitas di pantai yang sudah di larang dari masyarakat setempat jangan sampai memakan korban lagi,semoga korban yang ini terakhir dan selama nya tidak ada korban lagi,” tutup Nuryadin.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *