MINUT,UpdateSulut – Desa Dimembe kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menggelar Prosesi ritual adat Tonsea ‘ Dumia Umbanua’ untuk menolak sesuatu yang buruk, dilaksanakan di Kantor Kumtua Desa Dimembe, Selasa (17/1/2023).
Desa Dimembe adalah salah satu desa yang terkenal akan pelestarian budayanya.
Hukum Tua Desa Dimembe Paulus P Manua menjelaskan, ritual adat ini rutin dilakuan tiap tahun.
“Sudah menjadi tradisi dan budaya disini, setiap tahun ritual ini dilakukan. dengan Melibatkan para tua-tua kampung, ritual dilakukan dengan inti permohonan yang berkomunikasi dengan tua-tua pendahulu dengan cara melakukan ritual di Pekuburan.” Jelas Manua
Lanjut Kumtua, memang kelihatannya hal ini bertetantangan dengan prinsip keagamaan. Tetapi tujuan dari ritual adalah demi kehidupan masyarakat desa.
” Jika kita melihat mungkin ini agak bertentangan dengan prinsip agama, namun saat mendalami arti dan tujuannya, kita paham betul setiap permohonan doa yang disampaikan tua-tua arahnya meminta perlindungan dari Yang Maha Kuasa, untuk senantiasa menjauhkan desa Dimembe dari segala penyakit, dan hal buruk lainnya.” ujar Paulus.
Sementara, pada sambutan gubernur yang disampaikan oleh Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa PMD Sulut DR Jemmy Kumendong, menyampaikan apresiasi serta mendorong masyarakat desa Dimembe dalam pelestarian Dumia Umbanua ini.
” Ini menjadi bukti konflik bahwa di era kemajuan teknologi dan informasi pemerintah dan masyarakat masih menghargai dan mewarisi budaya tersebut, harus kita ingat bahwa tanpa para leluhur tanpa budaya yang dihadirkan mungkin hari ini kita tidak ada secara bersama-sama untuk menyaksikan salah satu warisan peradaban kebudayaan asli Sulawesi Utara.” Ucap Kumendong.

Untuk itu, kita dapat mensyukuri dan juga menjadikan sebuah cermin pembelajaran untuk terus menjadi pribadi-pribadi yang taat akan perintah Tuhan, taat kepada Pemerintah serta mengingat jasa para leluhur sekaligus tetap menjaga tali persaudaraan antara sesama manusia yang di dalamnya terangkai dengan sikap gotong royong, saling menolong baku-baku sayang serta terus menjaga toleransi di setiap sendi kehidupan bermasyarakat.
Senada, Kadis Pariwisata Minahasa Utara (Minut) Femmy Pangkerego menyebutkan bahwa Pelestarian budaya adalah bagian penting dari kehidupan masyarakat. Apa yang sudah dilakukan, tentunya kami dari pemerintah kabupaten sangat mengapresiasi.
“Sangat diharapkan, dalam setiap kebudayaan yang kita lestarikan, akan ada kearifan lokal yang nantinya akan membawa dampak positif bagi kita semua.Mari bersama kita lestarikan terus budaya di tanah Tonsea ini, sambil mempererat ikatan persaudaraan, menjalin persatuan diantara masyarakat, serta selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap rencana kehidupan kita.” Imbuh Pangkerego
Turut hadir, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan bapak Ricky Rumapit, Staf Ahli Bupati Jofita Supit, Camat Dimembe Ansye Dengah, Sek Dinsos Vanisia N Turangan, Para Tamu Undangan, serta Tua-tua Kampung dan Masyarkat.












