MANADO, UpdateSulut — Anggaran beasiswa yang dialokasikan oleh pemprov Sulut kepada Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut mendapat sorotan dari anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulut Toni Supit.
Kepada wartawan, di sela-sela pembahasan Rancangan APBD 2022, Senin (16/11/21) siang, politisi PDIP dapil Nusa Utara ini mengatakan anggaran beasiswa yang tertata di APBD 2021 untuk S3 sebesar Rp 750 juta yang diperuntukan bagi tiga orang itu terlalu besar.
“Coba kalau anggaran itu diperuntukan untuk S1 dan S2 bisa mengcover banyak orang dibandingkan hanya untuk S3,” kata mantan Bupati Sitaro dua periode ini.
Personil komisi III DPRD Sulut ini juga mengungkapkan sebaiknya untuk pemberian beasiswa harus ada kriterianya.
“Apakah dia harus pandai, miskin atau faktor kedekatan,” ungkap Tonsu sapaan akrabnya.
Terkait hal tersebut, Tonsu mengaku dari pertanyaan yang ia sampaikan pada rapat banggar bersama TAPD langsung mendapat tanggapan dari Sekprov Gemmy Kawatu.
“Tapi Pak Sekprov sudah menjalan di APBD 2022 telah tertata untuk pemberian beasiswa bagi S1 dan S2 sebanyak 200-an. Dan anggaran untuk S1 sebesar Rp 1 Miliar dan S2 sebesar Rp 1,4 Miliar. Kami berharap pembagian beasiswa ini dapat dibagi merata. Karena dari setiap dapil dari anggota dewan ini banyak yang berharap mendapatkan bantuan beasiswa dari pemerintah,” ujarnya.
Diketahui pemberian beasiswa untuk tahun 2022, S1 setiap orang mendapatkan dana Rp 5 juta sedangkan S2 sebesar Rp 10 juta per orang. (RDS)












