DEPROV,UpdateSulut — Aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Bergerak digelar di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (6/9/22) siang.
Massa aksi masuk ke halaman kantor DPRD Sulut dengan meneriakkan beberapa tuntutan yang diantaranya adalah menolak kenaikan harga BBM.
Massa aksi diterima oleh Pimpinan dan Anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat diantaranya, Wakil Ketua Billy lombok, Ketua Fraksi FPD Henry Walukow dan Kristo Ivan Lumentut selaku anggota fraksi, dan Vicktor J Mailangkay dari partai Nasdem. Meski diguyur hujan, keempat pimpinan dan anggota DPRD Sulut tersebut tak menyurutkan niat mereka untuk menerima massa aksi.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil ketua DPRD Sulut Billy Lombok SH menyampaikan bahwa aspirasi yang disuarakan akan ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan yang ada. Lombok bahkan mengatakan akan melibatkan mahasiswa dalam menindaklanjuti aspirasi yang dimaksud.
“Tentu kita memiliki waktu sesuai dengan kesepakatan tadi untuk menindaklanjuti kepada institusi terkait baik yang ada di pusat maupun di daerah dengan tembusan gubernur sulut tentang maksud dan tujuan terkait aspirasi dari para massa aksi yang sudah kita tanda tangani. Dan khusus nanti kita akan berjuang di pemerintah pusat kita akan melibatkan elemen mahasiswa yang ikut aksi tadi dengan cara kita akan melakukan zoom kita akan melibatkan supaya nanti teman teman mahasiswa juga memiliki ruang yang luas untuk menyampaikan aspirasinya sekaligus berdiskusi sehingga ada aspirasi yang langsung disampaikan ditingkatan pusat yang bukan bagian dari domain pemda,” jelas Lombok.

Senada dengan Billy Lombok, Ketua Fraksi Partai Demokrat Henry Walukouw dan personil fraksi Kristo Lumentut mengapresiasi langkah mahasiswa dalam menolak kenaikan BBM. Menurut Walukouw, Partai Demokrat sedari awal telah mengambil langkah tegas untuk meolak kenaikan BBM karena terlalu membebani masyarakat.
“Sikap kami dari fraksi kami PD menolak dengan keras kenaikan harga BBM masyarakat lagi susah, masyarakat belum selesai dihantam pandemi , perekonomian porak-poranda akibat dari dampak kenaikan BBM ini akan berdampak pada kenaikan harga-harga lain yang akan menambah penderitaan masyarakat, makanya kami merasakan juga. Kami rela sama-sama basah-basahan dengan mahasiswa karena sama-sama kami juga merasakan penderitaan masyarakay yang ada,” tegas Walukouw dan Lumentut sembari meminta waktu untuk menindaklanjuti aspirasi yang disuarakan.

Jalannya aksi dikawal ketat oleh aparat kepolisian. Meski sempat terjadi aksi saling dorong mendorong antara aparat kepolisian dengan massa aksi namun jalannya aksi berlangsung aman dan tertib.


















