DEPROV,UpdateSulut — Pemerintah akhirnya mengumumkan secara resmi kenaikan harga BBM di tanah air. Partai Demokrat Sulut langsung bereaksi menanggapi kenaikan BBM yang diumumkan bukan oleh presiden RI. Partai besutan SBY dan Ventje Rumangkang ini bersuara lantang menolak kebijakan ini.
“Rakyat sedang susah, sebaiknya tunda proyek ambisius, utamakan perekonomian rakyat,” tukas Fraksi Partai Demokrat Sulut, Hendrik Walukow, Ivan Lumentut, Ronal Sampel dan Billy Lombok (penasehat/wakil ketua DPRD Prov Sulut )
Partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) ini mengganggap masih banyak solusi yang bisa ditempuh pemerintah.
“Proyek IKN, serta proyek dengan porsi anggaran jumbo lainnya, mengingat pendapatan rakyat tidak meningkat, memiliki resiko inflasi, harusnya pemerintah peka dengan persoalan masyarakat,” ujar mereka.
Partai Demokrat sebut mereka tidak memiliki hutang politik, dan memilih untuk menjadi corong masyarakat.
“Koalisi kami bersama rakyat, rakyat sedang susah, tolak kenaikan BBM,” tandas mereka.


















