DEPROV,UpdateSulut — Pimpinan dan anggota DPRD Sulut sejak tanggal 1 Desember 2022 hingga minggu ketiga Desember ini, tengah turun langsung ke masyarakat melaksanakan kegiatan Wawasan Kebangsaan Republik indonesia.
Wawasan kebangsaan sendiri dinilai merupakan hal yang sangat penting, baik dalam hubungan antar anak bangsa maupun dalam pergaulan antar bangsa lain di dunia internasional. Wawasan kebangsaan mengandung komitmen dan semangat persatuan untuk menjamin keberadaan dan meningkatkan kualitas hidup bangsa.

Seperti yang dilaksanakan oleh Ketua DPRD Sulut, Fransicus Andi Silangen yang menggelar Sosbang di wilayah Kabupaten Sangihe menjelaskan apa dan bagaimana wawasan kebangsaan kepada konstituennya.
“Wawasan kebangsaan merupakan cara pandang dan kesadaran bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya dalam mencapai tujuan nasionalnya seperti yang termuat dalam Alinea keempat Pembukaan UUD 1945 yang mencakup perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan idiologi, politik, sosial budaya, ekonomi dan pertahanan keamanan dengan berladaskan dan berpedoman pada falsafah Ideologi Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945 sebagai Dasar Negara, dalam wadah NKRI yang Bhineka tunggal Ika,” jelas legislator Dapil Nusa Utara ini.
Ditambahkannya pula, ada empat tujuan nasional bangsa Indonesia yang tercantum di dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945, yaitu : Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Memajukan Kesejahteraan Umum. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Melaksanakan Ketertiban Dunia berdasarkan Kemerdekaan, Perdamaian Abadi dan Keadilan Sosial.
Sejumlah anggota DPRD, di antara lain Vonny Paat, Ingggrid Sondakh, Braien Waworuntu, Fanny Legoh, Melisa Gerungan dan Careign Naichel Runtu menggelar sosbang di kabupaten Minahas, serta Hilman Idrus yang melaksanakan Sosbang di wilayah Kota Manado
Mereka menyampaikan bahwa virus dan penyakit yang menyerang integritas atau keutuhan bangsa Indonesia, seperti separatisme, radikalisme, intoleransi, sikap diskriminasi suku, agama, ras, keturunan, warna kulit dan status sosial harus dilawan dengan wawasan kebangsaan yang selalu berbicara tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI bahkan Bhineka Tunggal Ika.
“Empat pilar ini harus menjadi dasar semua warga negara Indonesia tak terkecuali. Tak sedikit kita lihat bahwa negara sering terkikis dengan paham-paham yang coba mencederai hal tersebut. Ini menjadi tugas kita bersama,” ujar mereka.
Untuk memantau pelaksaan sosbang berjalan dengan baik dan lancar, Sekretaris DPRD Sulut, Sandra Moniaga turun langsung memantau, didampingi pejabat struktural di lingkup sekretariat dewan.
(AdvetorialDPRDsulut)

























