DEPROV,UpdateSulut – Masyarakat Desa Dumoga 3 dan Desa Dumoga 4, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara, Senin, (5/9) secara khusus menemui anggota DPRD Sulut Ir Julius Jems Tuuk yang merupakan wakil rakyat dari Dapil Bolmong Raya.
Kedatangan perwakilan masyarakat dua desa yang diwakili Sangadi Desa Dumoga III Jun Padoli dan Sangadi Dumoga IV Berty Lampongayo bersama perangkat desa tersebut untuk menyampaikan aspirasi khususnya terkait pembangunan tanggul penahan banjir Sungai Ongkak yang merupakan salah satu infrastruktur vital di wilayah tersebut.
Warga berharap pembangunan tanggul yang sudah dibangun pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi 1 sepanjang 450 meter tersebut agar dapat dilanjutkan untuk melindungi warga yang bermukim di sepanjang alur sungai khususnya desa Dumoga III dan Dumoga 4.
” Kami tahu kapasitas pak Jems Tuuk sebagai wakil kami di DPRD Sulut selama ini sangat konsisten bahkan terdepan memperjuangkan aspirasi kami masyarakat di Bolaang Mongondow, kiranya juga aspirasi ini dapat diperjuangkan pak Jems ke Balai Sungai, ” harap keduanya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Tuuk mengungkapkan dirinya telah melakukan komunikasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai terkait kelanjutan pembangunan tanggul penahan banjir sungai Ongkak.
” Sebetulnya saya juga sudah mendapat informasi dari pak Kabalai bahwa pembangunan tersebut akan dilaksanakan secara multiyears, “tandas politisi PDIP ini.
Namun demikian dirinya berjanji akan terus mengawal aspirasi tersebut sehingga kekhawatiran masyarakat yang tinggal di bantaran sungai selama ini bisa mendapatkan solusi.
” Yang pasti akan saya kawal, ” tegas wakil rakyat yang dikenal vokal ini.
Terpisah Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, I Komang Sudana yang dikonfirmasi Katasulut.com mengakui telah menerima aspirasi masyarakat terkait kelanjutan pembangunan tanggul penahan banjir sungai Ongkak yang diusulkan anggota DPRD Sulut Jems Tuuk.
Meski begitu pihaknya akan melakukan evaluasi terlebih dahulu khususnya kesiapan di lapangan termasuk masalah lahan maupun disainnya.
“Usulan kami terima, harus dicek dulu dan evaluasi kesiapannya al. masalah lahan, desain, dll.” jelas I Komang Sudana melalui pesan WhatsApp.












