Manado  

Tugas BPS Sulut Sediakan Data

Anton Wijayanto saat diwawancarai oleh wartawan seusai keonferensi pers, Selasa (5/7/22) siang, di salah satu hotel di Kota Manado
Anton Wijayanto saat diwawancarai oleh wartawan seusai keonferensi pers, Selasa (5/7/22) siang, di salah satu hotel di Kota Manado

MANADO,UpdateSulut–  Statisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Anton Tri Wijayanto mengatakan, tugas pokok BPS adalah sebagai penyedia data untuk membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan.

Hal tersebut dikatakan Anton Wijayanto, saat menghadiri konferensi pers, di salah satu Hotel di Kota Manado, Selasa (5/7/22) kemarin.

Berita terkait : www.https//Sempat,terkendalaCOVID19,BPSSulutLakukanPenyesuaianSensusPendudukLanjutan

“Jadi BPS tugas pokoknya adalah penyedia data untuk pemerintah dalam mengambil kebijakan,” kata Anton.

Menurut Anton, banyak sekali data yang hasilkan oleh BPS dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi.

“Serapan pembangunan misalnya ada inflasi, Pertumbuhan Ekonomi (PE), termasuk juga data kependudukan yang kita publish. Artinya, dari data dasar itu diharapkan pemerintah bisa menggunakan data itu sabagai basis pengambilan keputusan,” kata Dia.

Foto ; Anton Tri Wijayanto saat menerima Cinderamata dari Penguji dan Pengajar Lembaga Pers DR. Soetomo AA. Ariwibowo di Hotel Luwansa, Selasa (5/7/22) siang
Foto ; Anton Tri Wijayanto saat menerima Cinderamata dari Penguji dan Pengajar Lembaga Pers DR. Soetomo AA. Ariwibowo di Hotel Luwansa, Selasa (5/7/22) siang

Lebih lanjut disampaikan Anton, dalam pendataan, BPS menggunakan dua metode pendataan yakni metode Capi dan Papi. Dua metode ini dipakai oleh BPS yakni metode Capi untuk pendataan lewat ponsel, dan Papi untuk pendataan menggunakan kertas.

“Namun untuk Capi kita petakan lagi daerah mana yang memiliki signal yang bagus dan tidak,” kata Anton.

Anton juga mengibaratkan seperti seorang sniper atau penembak jitu apabila kita memiliki target.

“Kalau kita tidak memiliki data berarti kita menembak sembarangan. Nah dengan kita memiliki data, nantinya akan terarah. Satu peluru saja langsung kena,” ungkap Anton sembari menambahkan dengan menggunakan data diharapkan, pemerintah provinsi atau kabupaten bisa mengambil langkah kebijakan lebih terarah efektif dan efisien.

Dikutip dari bahan paparan indikator kependudukan sensus penduduk 2020 lanjutan, dari variabel yang disebar terdapat 83 pertanyaan yang terdiri dari Individu 13 Pertanyaan, disabilitas 11 pertanyaan, fertilitas dan mortalitas 18 pertanyaan, pendidikan dan komunikasi 4 pertanyaan, perumahan 10 pertanyaan, ketenaga kerjaan 5 pertanyaan, serta migrasi dan mobilitas 18 pertanyaan.

Adapun dari hasil pengumpulan data tersebut didapati angka kelahiran atau fertlity rate 2,83, Angka kematian berada di angka 46,49 dan angka harapan hidup berada di 62,97.

Loading

Penulis: Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *