DEPROV,UpdateSulut — Warga Kampung Bebalang, Kecamatan Manganitu Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, serta beberapa desa wilayah kepulauan akhirnya dapat menikmati layanan listrik nonstop selama 24 jam penuh.
Hal ini dinikmati warga dimomentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Salah satu tokoh masyarakat Kampung Bebalang, Niklas Silangen, S.Sos.M.Si menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Pusat dan Daerah atas pengoperasian listrik penuh ini. Ia menyebut akses energi 24 jam sebagai kado kemerdekaan paling berharga bagi warga setempat.
“Kami menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden RI dan Bapak Gubernur Sulawesi Utara atas perhatian yang luar biasa bagi masyarakat kepulauan, khususnya di Kampung Bebalang,” ujar Niklas, Sabtu (15/8/26).
Sekwan DPRD Sulit Niklas Silangen menjelaskan bahwa hadirnya listrik 24 jam membawa dampak signifikan terhadap roda perekonomian desa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Sebelum adanya listrik penuh, pengawetan hasil tangkapan laut masih dilakukan secara tradisional.
Jelas Silangen, Nelayan kini dapat mengoperasikan lemari pembeku freezer untuk menjaga kesegaran ikan, dari yang sebelumnya bergantung pada metode pembuatan ikan asin atau ikan asap (fufu).
Warga dan nelayan kini bisa membuat es batu sendiri di rumah tanpa perlu lagi membeli dan mengangkutnya dari Ibu Kota Kecamatan.
” Dapat memangkas biaya logistik serta transportasi laut yang sebelumnya dihabiskan hanya untuk membeli bahan pengawet ikan ke luar desa,” jelasnya
Hal senada diutarakan oleh mantan Kapitalaung (Kepala Desa) Bebalang, Alfret Silangen. Ia menilai masuknya aliran listrik 24 jam merupakan bentuk nyata pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke wilayah garis terdepan Indonesia.
Dengan tersedianya pasokan listrik yang stabil, masyarakat Kampung Bebalang optimistis taraf hidup dan daya saing ekonomi sektor kelautan di kawasan pulau terluar tersebut dapat meningkat pesat.


















